Kuliner di Way Kambas: Menikmati Cita Rasa Khas Lampung Setelah Berwisata

Deskripsi blog

Wisata Way Kambas

10/1/20264 min read

Way Kambas tidak hanya dikenal sebagai salah satu kawasan wisata alam dan konservasi yang populer di Lampung. Berkunjung ke kawasan ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengenal kekayaan kuliner khas Lampung. Setelah menikmati suasana alam dan aktivitas wisata di sekitar Taman Nasional Way Kambas, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan mencicipi berbagai makanan tradisional maupun membeli oleh-oleh khas daerah.

Kuliner Lampung memiliki karakter rasa yang cukup beragam. Ikan air tawar, santan, cabai, rempah, durian, dan pisang menjadi beberapa bahan yang banyak digunakan dalam berbagai hidangan. Beberapa makanan juga memiliki hubungan erat dengan tradisi makan bersama masyarakat Lampung.

1. Seruit, Kuliner Khas Lampung yang Wajib Dicoba

Salah satu makanan yang paling identik dengan kuliner Lampung adalah seruit. Hidangan ini umumnya menggunakan ikan yang digoreng atau dibakar, kemudian disajikan bersama sambal, lalapan, dan pelengkap seperti tempoyak.

Jenis ikan yang digunakan dapat beragam, termasuk ikan patin, baung, atau ikan air tawar lainnya. Seruit juga memiliki makna sosial karena sering dinikmati secara bersama-sama dalam suasana kekeluargaan.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Lampung, mencicipi seruit bisa menjadi salah satu cara untuk mengenal cita rasa lokal.

2. Tempoyak dengan Cita Rasa Durian yang Khas

Bagi pencinta durian, tempoyak merupakan kuliner yang menarik untuk dicoba. Tempoyak dibuat dari daging buah durian yang difermentasi dengan garam sehingga menghasilkan rasa asam dan aroma durian yang kuat.

Tempoyak dapat digunakan sebagai pelengkap sambal maupun bahan dalam berbagai masakan, termasuk olahan ikan. Perpaduan rasa asam, gurih, pedas, dan aroma durian membuatnya memiliki karakter yang cukup berbeda dari sambal pada umumnya.

Jika belum terbiasa dengan aroma durian yang kuat, wisatawan dapat mencoba dalam porsi kecil terlebih dahulu.

3. Gulai Taboh

Kuliner lain yang patut dicari ketika berwisata di Lampung adalah gulai taboh. Hidangan ini menggunakan kuah santan dengan berbagai bahan pelengkap, seperti ikan, sayuran, kacang-kacangan, atau bahan pangan lokal lainnya.

Gulai taboh memiliki rasa gurih dengan bumbu rempah yang kuat. Variasinya dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya karena menyesuaikan bahan yang tersedia.

Disantap bersama nasi hangat, gulai taboh cocok menjadi pilihan makan siang setelah melakukan perjalanan wisata di sekitar Way Kambas.

4. Pindang Ikan Patin

Olahan ikan juga menjadi bagian penting dari kuliner Lampung. Salah satunya adalah pindang ikan patin yang memiliki karakter kuah asam dan pedas.

Pindang biasanya menggunakan bumbu seperti serai, daun kunyit, cabai, serta bahan pemberi rasa asam. Daging ikan patin yang lembut berpadu dengan kuah berbumbu sehingga menghasilkan hidangan yang terasa segar dan cocok disantap bersama nasi.

Bagi wisatawan yang menyukai makanan berkuah dengan cita rasa pedas dan segar, menu ini bisa menjadi pilihan.

5. Geguduh, Jajanan Tradisional Lampung

Tidak semua kuliner Lampung berupa makanan berat. Ada pula jajanan tradisional seperti geguduh.

Geguduh dibuat menggunakan pisang yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sebelum digoreng. Teksturnya cenderung lembut di bagian dalam dengan bagian luar yang matang dan harum.

Jajanan berbahan pisang ini cocok dinikmati sebagai camilan ketika beristirahat dalam perjalanan atau sebagai teman minum kopi.

6. Engkak Ketan

Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang makanan khas Lampung, engkak ketan juga menarik untuk dicari. Kue tradisional ini dibuat dari tepung ketan, telur, gula, dan santan.

Engkak ketan memiliki tekstur padat, legit, dan rasa manis. Proses pembuatannya dilakukan secara berlapis sehingga menghasilkan bentuk dan tekstur yang khas. Kue ini juga sering hadir dalam berbagai acara keluarga dan perayaan masyarakat Lampung.

7. Keripik Pisang untuk Oleh-Oleh

Berwisata ke Lampung rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang keripik pisang. Produk ini termasuk salah satu oleh-oleh Lampung yang paling dikenal dan mudah ditemukan.

Keripik pisang tersedia dalam berbagai varian rasa. Karena relatif praktis dibawa dalam perjalanan, camilan ini cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga atau teman setelah perjalanan ke Way Kambas.

8. Dodol Nanas Way Kambas

Selain keripik pisang, wisatawan juga dapat mencari produk UMKM dari wilayah sekitar Way Kambas. Salah satunya adalah dodol nanas madu Way Kambas yang diproduksi oleh kelompok masyarakat di Desa Labuhan Ratu IX.

Dodol tersebut menggunakan nanas jenis madu sebagai salah satu bahan utamanya. Produk ini juga memiliki kemasan yang mengangkat identitas Way Kambas melalui ornamen gajah. Keberadaan produk seperti ini menunjukkan bahwa aktivitas wisata di Way Kambas turut membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan produk kuliner lokal.

9. Kopi Lampung

Setelah seharian menjelajahi destinasi wisata, menikmati secangkir kopi bisa menjadi penutup perjalanan yang menyenangkan. Lampung sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Sumatra.

Wisatawan dapat menjadikan kopi Lampung sebagai teman bersantai atau oleh-oleh. Pilihan produk kopi cukup beragam, mulai dari kopi bubuk hingga kopi yang telah dikemas sebagai produk oleh-oleh.

10. Kuliner Lokal di Sekitar Way Kambas

Ketika berada di kawasan Lampung Timur, wisatawan tidak harus selalu mencari restoran besar. Warung makan dan rumah makan di sepanjang perjalanan juga dapat menjadi pilihan untuk menikmati makanan sederhana.

Menu seperti nasi dengan lauk ayam, ikan, sayuran, sambal, serta berbagai olahan ikan cukup mudah menjadi pilihan makan bagi wisatawan. Di sekitar kawasan Way Kambas juga terdapat aktivitas UMKM kuliner yang berkembang seiring dengan kunjungan wisatawan. Penelitian mengenai aktivitas wisata Way Kambas mencatat bahwa kedatangan wisatawan membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk menjual produk, termasuk kuliner dan oleh-oleh.

Tips Berburu Kuliner Saat Wisata ke Way Kambas

Agar perjalanan kuliner lebih nyaman, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Pertama, tentukan waktu makan sebelum atau setelah kegiatan wisata agar perjalanan tetap nyaman.

Kedua, jika ingin mencoba makanan khas Lampung seperti tempoyak atau seruit, tanyakan terlebih dahulu tingkat kepedasannya dan bahan yang digunakan. Selera setiap orang berbeda, sehingga memilih menu sesuai preferensi akan membuat pengalaman makan lebih menyenangkan.

Ketiga, sisihkan waktu untuk membeli oleh-oleh. Keripik pisang, kopi, makanan tradisional, maupun produk UMKM dari sekitar Way Kambas dapat menjadi pilihan.

Terakhir, mendukung produk UMKM lokal juga dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang lebih bermakna. Dengan membeli produk masyarakat sekitar, wisatawan turut memberikan manfaat ekonomi kepada komunitas yang berada di sekitar destinasi.

Menikmati Way Kambas Sekaligus Wisata Kuliner

Perjalanan ke Way Kambas bukan hanya tentang menikmati alam dan mengenal satwa. Kuliner juga dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan. Mulai dari seruit, tempoyak, gulai taboh, pindang ikan patin, geguduh, engkak ketan, hingga keripik pisang, berbagai makanan tersebut menawarkan cara berbeda untuk mengenal kekayaan kuliner Lampung.

Khususnya bagi wisatawan yang ingin membawa pulang sesuatu dari perjalanan, produk lokal seperti dodol nanas Way Kambas dapat menjadi pilihan menarik. Dengan menggabungkan wisata alam, pengalaman budaya, dan kuliner lokal, perjalanan ke Way Kambas bisa terasa lebih lengkap.

Jadi, ketika merencanakan perjalanan ke Way Kambas, jangan hanya memasukkan destinasi wisata ke dalam itinerary. Sisihkan juga waktu untuk mencicipi makanan khas Lampung dan berburu oleh-oleh lokal. Dengan begitu, pengalaman berwisata tidak hanya meninggalkan foto dan cerita, tetapi juga kenangan dari cita rasa khas Lampung.