Eco Print di Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas: Kreativitas dari Alam

Wisata Way Kambas

10/2/20264 min read

Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur tidak hanya menjadi kawasan penting bagi pelestarian satwa dan ekosistem. Di sekitar kawasan konservasi ini, masyarakat desa penyangga juga mengembangkan berbagai kegiatan yang menghubungkan potensi lokal, kreativitas, ekonomi masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu kegiatan menarik yang berkembang adalah ecoprint, yaitu teknik membuat motif pada kain dengan memanfaatkan bagian tumbuhan seperti daun. Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana kreativitas masyarakat dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi sekaligus bagian dari wisata edukasi.

Salah satu desa yang memiliki kegiatan ecoprint adalah Desa Labuhan Ratu VII, yang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas. Penelitian dan publikasi mengenai desa tersebut mencatat adanya kegiatan pembuatan ecoprint yang dilakukan oleh ibu-ibu masyarakat setempat.

Mengenal Eco Print di Desa Penyangga Way Kambas

Ecoprint merupakan teknik menghasilkan motif dan warna pada kain menggunakan bagian tumbuhan. Jejak daun atau tanaman dapat menghasilkan pola alami yang berbeda-beda sehingga setiap produk memiliki karakter tersendiri.

Di desa penyangga Way Kambas, kegiatan ini berkembang sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif masyarakat. Pelatihan ecoprint juga pernah dilakukan bersama kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani di lingkungan Balai Taman Nasional Way Kambas. Kegiatan tersebut diarahkan agar ecoprint dapat menjadi peluang usaha ekonomi kreatif masyarakat.

Keberadaan kegiatan seperti ini menarik karena wisatawan tidak hanya datang untuk melihat destinasi alam, tetapi juga dapat mengenal kreativitas masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.

Desa Penyangga sebagai Bagian dari Ekowisata

Taman Nasional Way Kambas dikelilingi oleh desa-desa penyangga yang memiliki hubungan erat dengan kawasan konservasi. Publikasi akademik mengenai TN Way Kambas menyebutkan terdapat 38 desa penyangga yang berbatasan dengan kawasan taman nasional.

Peran masyarakat desa penyangga sangat penting dalam pengembangan wisata dan konservasi. Karena itu, kegiatan ekonomi alternatif yang memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari pengembangan desa.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga pada 2026 meluncurkan peta jalan pengembangan ekonomi desa-desa penyangga Way Kambas dengan tujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi.

Dalam konteks tersebut, ecoprint dapat menjadi salah satu contoh aktivitas ekonomi kreatif yang menarik untuk dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata desa.

Belajar Membuat Motif dari Daun

Salah satu hal menarik dari wisata edukasi ecoprint adalah proses pembuatannya. Wisatawan dapat diperkenalkan pada berbagai jenis daun dan memahami bagaimana bentuk serta karakter tanaman dapat menghasilkan motif berbeda pada kain.

Aktivitas semacam ini cocok untuk wisatawan yang ingin mencoba pengalaman baru. Pengunjung tidak hanya membeli produk jadi, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman membuat karya sendiri apabila tersedia program workshop dari kelompok masyarakat setempat.

Proses tersebut dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi keluarga, komunitas, pelajar, maupun wisatawan yang tertarik dengan kerajinan ramah lingkungan.

Hasilnya pun tidak harus selalu berupa kain besar. Teknik ecoprint dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif sesuai kemampuan kelompok pengrajin, seperti kain, aksesori, atau cendera mata.

Kreativitas Perempuan Desa

Kegiatan ecoprint di kawasan penyangga Way Kambas juga memiliki sisi pemberdayaan masyarakat. Publikasi mengenai Desa Labuhan Ratu VII mencatat bahwa kegiatan pembuatan ecoprint dilakukan oleh ibu-ibu masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Indonesian Rhino Institute, Taman Nasional Way Kambas, dan pendamping yang memberikan pelatihan ecoprint.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan wisata tidak selalu harus berpusat di dalam kawasan taman nasional. Desa di sekitarnya juga memiliki potensi yang dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.

Wisatawan yang berkunjung dapat sekaligus mengenal produk lokal dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dengan membeli produk atau mengikuti aktivitas yang memang tersedia bagi pengunjung.

Menghubungkan Ekonomi Kreatif dengan Konservasi

Keunikan ecoprint di desa penyangga Way Kambas terletak pada konteks lingkungannya. Kegiatan ekonomi kreatif berkembang di wilayah yang memiliki hubungan langsung dengan kawasan konservasi.

Namun, penggunaan bahan alami tetap perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Daun dan bagian tumbuhan yang digunakan untuk kegiatan ecoprint sebaiknya berasal dari sumber yang diperbolehkan dan tidak mengambil tumbuhan secara sembarangan dari kawasan taman nasional.

Wisatawan juga perlu memahami bahwa Taman Nasional Way Kambas merupakan kawasan konservasi. Aktivitas wisata di dalam kawasan maupun desa penyangga harus mengikuti ketentuan pengelola dan menghormati lingkungan.

Dengan demikian, konsep wisata ecoprint bukan sekadar menggunakan bahan dari alam, tetapi juga mengajarkan pentingnya menggunakan sumber daya secara bijaksana.

Pengalaman Wisata yang Berbeda

Bagi wisatawan yang selama ini mengenal Way Kambas terutama melalui gajah dan kehidupan satwa, kegiatan ecoprint menawarkan sudut pandang yang berbeda.

Perjalanan dapat diperluas dengan mengenal kehidupan masyarakat desa di sekitar taman nasional. Wisatawan dapat melihat bagaimana masyarakat mengembangkan keterampilan, menciptakan produk lokal, dan mencari peluang ekonomi yang dapat berjalan berdampingan dengan upaya konservasi.

Desa Labuhan Ratu VII sendiri kini dikembangkan dengan pendekatan ekowisata edukatif berbasis masyarakat. Selain ecoprint, desa tersebut memiliki berbagai kegiatan lain seperti wisata pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah, budidaya lebah, jungle trekking, serta aktivitas edukasi lingkungan.

Cocok untuk Wisata Edukasi

Wisata ecoprint dapat dikembangkan sebagai kegiatan edukasi untuk berbagai kelompok. Sekolah dapat memanfaatkannya sebagai kegiatan belajar kreatif, sementara komunitas dapat menjadikannya sebagai aktivitas bersama.

Untuk keluarga, kegiatan membuat karya dari daun juga dapat menjadi cara sederhana mengenalkan anak pada pemanfaatan bahan alami sekaligus pentingnya menjaga lingkungan.

Sementara bagi perusahaan atau kelompok komunitas, workshop ecoprint dapat dikombinasikan dengan kegiatan desa, edukasi konservasi, dan kunjungan ke destinasi Way Kambas.

Konsep seperti ini membuat perjalanan tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga memberikan pengetahuan dan pengalaman baru.

Mendukung Produk Lokal

Membeli produk kerajinan dari masyarakat lokal merupakan salah satu cara wisatawan memberikan manfaat langsung kepada ekonomi desa. Produk ecoprint dapat menjadi oleh-oleh yang memiliki cerita lebih kuat karena dibuat oleh masyarakat yang hidup di sekitar kawasan konservasi.

Setiap motif yang dihasilkan juga memiliki karakter berbeda. Hal tersebut membuat produk ecoprint terasa lebih personal dibandingkan produk yang dibuat secara massal.

Bagi wisatawan, membawa pulang produk lokal bukan hanya mendapatkan suvenir, tetapi juga membawa cerita mengenai masyarakat desa penyangga Way Kambas.

Eco Print sebagai Bagian dari Wisata Way Kambas

Perjalanan ke Way Kambas dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang lebih lengkap dengan memasukkan aktivitas masyarakat desa penyangga ke dalam itinerary.

Wisatawan dapat mengenal konservasi, menikmati alam, belajar mengenai kehidupan masyarakat, mencoba aktivitas kreatif, kemudian membeli produk lokal sebagai oleh-oleh.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya pengembangan ekonomi desa penyangga yang semakin diarahkan agar manfaat ekonomi pariwisata dapat berjalan bersama dengan kepentingan pelestarian kawasan.

Eco print di desa penyangga Taman Nasional Way Kambas pada akhirnya bukan hanya tentang kain bermotif daun. Di balik proses pembuatannya terdapat cerita mengenai kreativitas masyarakat, pemberdayaan perempuan, ekonomi lokal, edukasi lingkungan, dan hubungan antara desa dengan kawasan konservasi.

Bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda saat berkunjung ke Lampung Timur, mengenal kegiatan ecoprint di desa penyangga Way Kambas dapat menjadi salah satu aktivitas yang menarik untuk dimasukkan ke dalam perjalanan.